Dear SBY tersayang,
Ini adalah surat cinta yang kutulis untukmu. Cinta terpaksa cinta… Entah terpaksa karena jadi tema dfm, entah karena kenyataannya kamu yang memimpin Indonesia sekarang, atau entah alasan keterpaksaan lain…
Btw, 9pp k4n 4kyu nulizz ‘kamu’ buk4n ‘anda’..?? b14r l3b1h rom4ntizz geto lowh… (njrit.. sumpah gw bukan maho, gw udah punya anak satu)
SBY tersayang,
Ini adalah surat cinta yang tulus. Tulus tanpa mengharap imbalan. Mau dapat imbalan dari kamu juga gak mungkin say, kamu gak bakalan baca. Mau dapat imbalan black berry gemini juga… pesimis. Bakalan kalah dari adysta junior. hehehehe….
SBY tersayang,
Aku ingin membawa kamu kencan ke sebuah daerah di Timika. Di sana ada pemandangan yang akan membangkitkan rasa… antara rasa kekaguman akan keindahan alam, atau kepiluan. Terserah rasa mana yang akan bangkit di hatimu. Di sana ada pemandangan lubang yang sangat besar, sedalam kurang lebih 360 meter. Dan lebih banyak lagi kerusakan di sekitar gunung Grasberg dan Erstberg (kalau kamu menganggap itu kerusakan).
Say, aku mau kamu lihat itu semua. Dan aku mau kamu tergerak hatinya untuk tidak membiarkan kerusakan yang lebih parah terjadi. Say, aku mau kamu tanya ke para ahli yang Indonesia miliki, kandungan apa saja yang ada di alam sana? Aku mau kamu tahu bahwa di sana ada kandungan emas dan tembaga, bahan tambang yang sangat penting bagi rakyat Indonesia. Kalau sekedar menggali, rakyat Timika yang miskin dan tidak mendapat imbas apa-apa dari penambangan freeport itu, juga bisa kok menggali.
Say, aku tahu kamu tahu. Tapi aku mau kamu gak sekedar tahu. Bertindak lah say… rebut kekayaan kita dari perusak alam itu. Demi cinta kita say… demi cinta kita…
SBY tersayang,
Kamu sudah dandan untuk kencan kita? Pastinya ya :D. Kamu gak akan mau terlihat buruk citranya di depan kamera. Kamu mungkin sedang bernyanyi ‘Mentari Bersinar’ saat berdandan. Tapi gak penting bagiku dandan-an kamu itu. Kalo rambut kamu agak kusut, aku anggap wajar kok. Namanya juga sudah tua, dan banyak kerjaan pula. Kamu gak pede sama tahi lalat kamu? Udah deeh… tahi lalat itu gak akan berpengaruh dengan angka pengangguran. Cuek aja.
Say, kamu masih bikin lagu? Aduuuh… nanti dulu lah say. Jutaan TKI sedang dibawah bayang-bayang kekerasan. Payung perlindungan buat mereka belum jelas. Itu dulu say… Kamu buat lagunya nanti aja ya. Setelah periode kepemimpinan kamu berakhir. Setelah tepuk tangan applause membahana ketika kamu membacakan pertanggung-jawaban kamu di depan MPR. Setelah kamu dikenang sebagai pemimpin yang sukses dan dicintai oleh rakyatnya, baru boleh deh kamu bikin lagu. Dan aku yakin… lagu kamu bakal laris manis tanjung kimpul dengan predikat “Presiden yang Sukses”.
SBY tersayang,
Bagaimana cadangan devisa kita? Katanya makin besar ya di zaman kamu? Tapi hutang kita gak kalah besar? Capek deeeh… Btw, cadangan devisa kita bisa dipake dulu gak buat makan malem kita di warung Padang? Aku belum gajian neeh.. :D
Say, apa iya pertumbuhan ekonomi 6% bisa membuat kang Eko, tetangga kita, lepas dari kemiskinan? Kemaren saya masih lihat istrinya subuh-subuh bikin kue untuk menopang perekonomian kang Eko. Say, apa iya pujian dunia terhadap perekonomian Indonesia bikin gembira mpok Nomi? Kok dia lesu aja.. katanya bahan baku buat jualan naek turun gak jelas. Dagangan wartegnya gak jarang rugi lho… Say, suntikan dana segar investor asing sekian triliunan rupiah, kok masih banyak yang ngeluh untuk mendapatkan modal usaha? Investor itu menyuntik dana buat siapa sih? Kenapa sih say, kenapa kenapa kenapa..??
SBY tersayang,
Aku ingin kamu tampil sederhana dan apa adanya. Rakyat masih banyak yang miskin, jadi gak perlu pake mamerin sedan mewah bulak-balik Cikeas - Jakarta. Say, kesederhanaan itu yang dipilih Umar bin Khatab r.a. ketika menjadi pemimpin. Menurutnya, ketika seekor keledai terpeleset karena jalan yang rusak di daerahnya, dia akan ditanya oleh Tuhan di akhirat kelak. Lalu kira-kira akan berapa pertanyaan ditujukan ke kamu di akhirat nanti? Persoalan jalan yang amblas di jalan Martadinata kemarin, udah kamu siapin jawabannya apa kepada Tuhan?
Say, nanti dulu ya anggaran mewah pakaian, mobil dinas, atau teleprompter. Walau pun bukan dari kas negara, tapi setidaknya ada empati lah pada kehidupan rakyat miskin. Hiduplah seperti mereka agar kamu bisa mengerti penderitaan mereka. Susah ya?
Ok deh sayang, siap-siap ya kencan berikutnya di Timika. Kalo di blok cepu… kurang seru sih… Di Timika
 aja deh.

Yuk mari…
with love,
rakyat jelata mu.


(sumber : Andaleh )

0 komentar :

Poskan Komentar

Dimohon Untuk Tidak Melakukan KOMENTAR SPAM!!
- Memasukkan Link Aktif
- Promo/Iklan
- Komentar Tidak Sesuai Postingan
- Posting Berualang-Ulang